Sering Bermain Gawai Bisa Berdampak Asthenopia
Saat pandemi Covid-19 telah membuat masyarakat menghabiskan waktunya bersama gawai, seperti ponsel, tablet, computer, dan televisi. Sering Bermain Gawai Bisa Berdampak Asthenopia
Beberapa upaya pencegahan dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mata, seperti menjaga jarak antara mata dan layar minimal 30 cm, memeriksakan mata secara rutin minimal setahun sekali, dan menerapkan metode 20-20.
Metode 20:20 berarti setiap 20 menit anak atau orang dewasa melihat layar, mereka harus mengambil istirahat selama 20 detik dan melihat objek yang jauh (dengan jarak minimal 6 meter). Hal ini berguna untuk melatih kelenturan mata dan mengurangi kelelahan mata digital.
“Untuk menjaga kesehatan mata, anak-anak dan orang dewasa juga dapat mengkonsumsi suplemen mata Formula Eyevit terbukti secara klinis membantu mengatasi mata lelah, perih, dan pandangan kabur akibat penggunaan gawai terlalu lama,” ujar Heskhel.
Salah satu produk suplmen mata adalah Eyevit.
Eyevit bekerja dengan meningkatkan sirkulasi oksigen pada pembuluh darah mata dan meningkatkan daya akomodasi atau kelenturan lensa, sehingga penglihatan menjadi lebih jelas. Vitamin ini juga bagus dikonsumsi oleh mereka yang mengalami mata minus.
Selain minum suplemen sebaiknya diimbangi dengan kesadaran untuk menjaga kesehatan mata sejak dini. Pasalnya, mata yang telah mengalami miopia pun memiliki risiko lebih tinggi untuk penyakit yang lebih serius di masa depan, seperti glaukoma, katarak, dan gangguan retina.
Berdasarkan survey dari Global Web Index pada pengguna internet berumur 16-64 tahun di 17 negara mengalami peningkatan dalam penggunaan gawai.
Pada mase tersebut terjadi peningkatan penggunaan gawai terbanyak adalah smartphone (76 persen), laptop (45 persen), dan Smart TV (34 persen).
Pada mase tersebut terjadi peningkatan penggunaan gawai terbanyak adalah smartphone (76 persen), laptop (45 persen), dan Smart TV (34 persen).
Hal ini disebabkan karena masyarakat di seluruh dunia menonton lebih banyak film secara daring (57 persen), aktif lebih lama di media sosial (47 persen), serta meningkatkan frekuensi penggunaan aplikasi percakapan (46 persen).
Akibat dari meningkatnya tingkat menonton dapat mengakibatkan sindrom keletihan mata digital (asthenopia) dan meningkatkan risiko rabun jauh (miopia).
Akibat dari meningkatnya tingkat menonton dapat mengakibatkan sindrom keletihan mata digital (asthenopia) dan meningkatkan risiko rabun jauh (miopia).
Berdasarkan data Optometry Australia pada tahun 2018, sebanyak 90 persen pengguna gawai digital mengalami asthenopia dengan gejala-gejala seperti mata kering, mata merah, iritasi, pandangan blur, sakit kepala, hingga kesulitan fokus.
“Di saat New Normal ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan mata, terutama karena mata adalah salah satu indera terpenting yang mendukung kelancaran aktivitas sehari-hari kita. Kesehatan mata sangat penting untuk dijaga selama New Normal ini,” ungkap Marketing Manager PT LAPI Laboratories (produsen suplemen mata Eyevit) Heskhel Wijaya, dalam siaran pers Kamis (8/10).
“Di saat New Normal ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan mata, terutama karena mata adalah salah satu indera terpenting yang mendukung kelancaran aktivitas sehari-hari kita. Kesehatan mata sangat penting untuk dijaga selama New Normal ini,” ungkap Marketing Manager PT LAPI Laboratories (produsen suplemen mata Eyevit) Heskhel Wijaya, dalam siaran pers Kamis (8/10).
Terlalu Sering Bermain Gawai Bisa Berdampak Asthenopia
Beberapa upaya pencegahan dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mata, seperti menjaga jarak antara mata dan layar minimal 30 cm, memeriksakan mata secara rutin minimal setahun sekali, dan menerapkan metode 20-20.
Metode 20:20 berarti setiap 20 menit anak atau orang dewasa melihat layar, mereka harus mengambil istirahat selama 20 detik dan melihat objek yang jauh (dengan jarak minimal 6 meter). Hal ini berguna untuk melatih kelenturan mata dan mengurangi kelelahan mata digital.
“Untuk menjaga kesehatan mata, anak-anak dan orang dewasa juga dapat mengkonsumsi suplemen mata Formula Eyevit terbukti secara klinis membantu mengatasi mata lelah, perih, dan pandangan kabur akibat penggunaan gawai terlalu lama,” ujar Heskhel.
Salah satu produk suplmen mata adalah Eyevit.
Tersedia dalam bentuk sirup dan tablet bahannya mengandung 8 nutrisi penting yang sangat dibutuhkan mata, yaitu Bilberry dengan antioksidan yang tinggi, Lutein, Zeaxanthin, Retinol, BetaCaroten, Vitamin E, Selenium dan Zinc.
Ilustrasi: Sekolah Online Eyevit
Eyevit bekerja dengan meningkatkan sirkulasi oksigen pada pembuluh darah mata dan meningkatkan daya akomodasi atau kelenturan lensa, sehingga penglihatan menjadi lebih jelas. Vitamin ini juga bagus dikonsumsi oleh mereka yang mengalami mata minus.
Selain minum suplemen sebaiknya diimbangi dengan kesadaran untuk menjaga kesehatan mata sejak dini. Pasalnya, mata yang telah mengalami miopia pun memiliki risiko lebih tinggi untuk penyakit yang lebih serius di masa depan, seperti glaukoma, katarak, dan gangguan retina.




0 Response to "Sering Bermain Gawai Bisa Berdampak Asthenopia"