Rapid PCR Multiplex Diluncurkan Kalbe, untuk Deteksi Covid-19 dan Penyakit Penyerta

Kalbe Luncurkan Rapid PCR Multiplex, untuk Deteksi Covid-19 dan Penyakit Penyerta

Rapid Pcr, Rapid Pcr Swab, Rapid Pcr Swab Test, Rapid Pcr Kit


Salah satu alat pendeteksi penyakit Covid-19 adalah  Polymerase Chain Reaction (PCR). Produk inovasi terbaru dari  PT Enseval Medika Prima anak peusahaan Kalbe adalah metode PCR menghasilkan alat deteksi berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) yang mampu mendeteksi adanya virus dan bakteri lain dalam satu kali pengetesan.


Dokter spesialis patologi klinik RS Medistra Jakarta, Dr. Tonny Loho, DMM, Sp.PK(K), mengatakan alat pengembangan dari PCR yang disebut Rapid Multiplex Polymerase Chain Reaction (PCR) atau Rapid Multiplex mampu mendeteksi beberapa target dalam satu reaksi.


Rapid PCR Multiplex Diluncurkan Kalbe


"Deteksi virus kalau dilakukan satu per satu bisa butuh waktu lama. Dengan Rapid Multiplex PCR lebih efisien waktu karena dapat mengetahui lebih banyak penyakit dalam satu kali pengetesan," kata dia dalam konferensi per virtual Sabtu (12/9).


Tonny menambahkan Rapid Multiplex PCR cocok untuk mendiagnosis  Covid-19 disertai dengan penyakit penyerta atau terjadi infeksi tambahan (co infection). Adanya co infection berupa infeksi bakteri dan virus lain dapat menyebabkan kondisi penderita Covid-19 menjadi semakin buruk.


Untuk mengatasi infeksi bakteri ini,  pemberian antibiotik yang rasional dan tepat menjadi sangat penting. 


Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan kultur untuk mengetahui bakteri patogen yang menginfeksi termasuk anti mikroba yang tepat untuk mengatasi infeksi tersebut.


Alat Rapid Multiplex PCR diproduksi oleh bioMerieux  dan di Indonesia dipasarkan oleh PT Enseval Medika Prima (EMP) anak perusahaan Kalbe. 


“Dengan adanya alat ini maka diharapkan dapat membantu penanganan penyebaran Covid-19 secara lebih efisien,” ujar Business Unit Manager PT Enseval Medika Prima Sudirman.


Plt. Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Prof. Dr. H. Abdul Kadir, PhD, Sp.THT-KL(K), MARS mengungkapkan saat ini terdapat 322 Laboratorium Pemeriksaan COVID-19 yang terstandarisasi sesuai standard WHO, yang tersebar di Indonesia.


Laboratorium dengan peralatan terbatas ini menghadapai tantangannya berupa ketersediaan sumber daya manusia seperti  teknisi lab khusus, infrastruktur desain lab, ketersediaan mesin real time polymerase chain reaction (RT-PCR), ketersediaan reagen dan bahan habis pakai  serta validitas reagen. Aryo Handhanu